UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 WUNGU KABUPATEN MADIUN
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 WUNGU KABUPATEN MADIUN
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Disusun Oleh : SURTI YUMAINAH, S.Pd.
NIP. 19640904 198903 2 006
NIP. 19640904 198903 2 006
(Peserta Workshop Peningkatan Karier Guru MGMP PKn SMP Kab. Madiun Tahun 2013)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang MasalahPENDAHULUAN
Dalam upaya meningkatkan pendidikan bangsa Indonesia, maka perlu penataan sistem pendidikan yang tentu disesuaikan dengan pembaharuan-pembaharuan secara menyeluruh, hal ini penting terutama dikaitkan dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun 2005 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, Bab II pasal 3 dinyatakan:
Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan Potensi Peserta Didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, beriman, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi Warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan tujuan dalam undang-undang tersebut perlu ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun 2005, Bab I pasal 1 ayat 6 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menyatakan sebagai berikut:
Standar Proses Pendidikan adalah Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan.
Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, untuk setiap sekolah/madrasah mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI).
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), perlu memperhatikan kepentingan dan kekhasan daerah, sekolah dan peserta didik. Model Pembelajaran dengan kurikulum yang disebutkan di atas adalah mengacu pada Pembelajaran Kreatif, siswa lebih aktif dalam pembelajaran sedangkan guru bertindak sebagai motivator dan fasilitator. Artinya dalam pembelajaran guru mendorong siswa untuk berkreatif dalam pembelajaran dan guru menginformasikan materi pembelajaran, siswa diberi kesempatan untuk mengeksploitasikan (menggali) materi yang sedang dipelajari. Dengan demikian Model Pembelajaran Konvensional, dimana guru mendominasi dalam pembelajaran harus sudah ditinggalkan. Oleh sebab itu guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga dapat menjadikan proses pembelajaran lebih efektif, dan dapat mencapai hasil belajar yang memuaskan. Dengan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe Student Team Achievement Division (STAD) atau Pembagian Pencapaian Tim Siswa, menunjukkan salah satu Model Pembelajaran yang dapat menciptakan suasana pembelajaran tersebut.
Proses pembelajaran PKn dalam Kompetensi Dasar: Menjelaskan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara di kelas VIII A telah penulis lakukan dengan Metode Diskusi. Namun, hasil belajar siswa umumnya dibawah KKM, motivasi belajar siswa pun rendah, sebagian siswa tidak menjawab pertanyaan guru ketika ditanya, jarang ada siswa yang bertanya kepada guru mengenai penjelasan materi yang diajarkan, ketika guru memberikan ulangan individu masih banyak siswa yang menyontek. Selain permasalahan di atas suasana kelas masih cenderung parsial artinya ada pengelompokkan siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai.Berdasarkan uraian di atas terungkap bahwa Pembelajaran PKn di kelas VIII A masih kurang berhasil, minat belajar PKn kurang dan hasil belajar siswa belum sesuai standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu ada tindakan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran PKn di kelas tersebut, yaitu dengan tetap menerapkan metode diskusi namun pelaksanaannya menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) atau Pembagian Pencapaian Tim Siswa.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah penelitian ini adalah bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar PKn melalui penerapan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2013/2014?
C. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dan diperoleh melalui penelitian ini adalah :
1. Bagi guru PKn, memberikan wawasan tentang apa dan bagaimana menerapkan model pembelajaran tipe STAD.
2. Bagi sekolah, khususnya SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun, hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan positif dalam rangka meningkatkan proses pemebelajaran PKn .
3. Bagi pembaca, khususnya para guru, penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan penelitian selanjutnya.
selanjutnya:
https://pknsmpmadiun.wordpress.com/2013/12/12/proposal-penelitian-tindakan-kelas/
Tag :
pkn
0 Komentar untuk "UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM"