PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PKn MATERI KONSTITUSI MELALUI
PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI
SISWA KELAS 8B SMPN 2 DAGANGAN SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI
SISWA KELAS 8B SMPN 2 DAGANGAN SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Oleh : Bambang Handoko, S.Pd
Guru SMP Negeri 1 Dagangan Kabupaten Madiun
(Hasil Kerja Peserta Workshop Peningkatan Karir Pendidik MGMP PKn SMP Kabupaten Madiun Tahun 2013 )
Guru SMP Negeri 1 Dagangan Kabupaten Madiun
(Hasil Kerja Peserta Workshop Peningkatan Karir Pendidik MGMP PKn SMP Kabupaten Madiun Tahun 2013 )
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang MasalahPENDAHULUAN
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan agar Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan orientasi misi pendidikan di Indonesia antara lain adalah meningkatkan kualitas pembelajaran.
Untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, sangat dibutuhkan adanya kreatifitas dan inovasi yang terus menerus dari guru dalam mengembangkan kegiatan belajar mengajar. Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran yang berkualitas dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar peserta didik. Prestasi dan motivasi belajar yang tinggi dapat menjadi salah satu sarana dalam mengembangkan kemampuan dan pembentukan watak peserta didik.
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan mata pelajaran yang langsung mengemban misi dalam proses pembentukan watak atau karakter peserta didik yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Karakteristik PKn tersebut sebenarnya sama dengan mata pelajaran yang lain, yaitu sama-sama mengembangkan kopetensi kognisi, afeksi dan psikomotorik peserta didik, hanya bedanya pada ranah afeksi menjadi titik tekan untuk dikembangkan oleh PKn.
Untuk membangun kemampuan afeksi peserta didik pada pendidikan dasar (setingkat SMP), dibutuhkan kopetensi kognisi yang cukup memadai dalam membangun wawasan dan pengetahuan siswa tentang materi PKn. Wawasan dan pengetahuan tersebut bukan merupakan hasil perolehan pasif yang didapat dari proses transfer informasi dari pendidik, tetapi merupakan pengetahuan yang diperoleh dari proses konstruksi dan rekonstruksi oleh peserta didik sendiri, karena proses demikian ini akan lebih memperkuat ketajaman berpikir atau kemampuan berpikir kritis peserta didik sekaligus dapat meningkatkan kemampuan respek dan tingkat kepekaan peserta didik.
Berdasarkan pengamatan peneliti dan pandangan sebagian besar pendidik, didapati bahwa kemampuan konstruksi dan merekonstruksi pengetahuan para peserta didik di SMPN 2 Dagangan dalam mata pelajaran PKn, khususnya siswa kelas VIII sangat rendah. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa indikator antara lain: 1) siswa sangat pasif dalam menggali berbagai sumber belajar; 2) kemampuan mengkritisi berbagai informasi sangat rendah; 3) pengetahuan umum terkesan sangat dangkal; 4) kurang respek atau peka terhadap berbagi peristiwa yang terjadi; 5) kurang berani dalam berpendapat dan menyampaikan gagasannya; 5) prestasi belajar tidak berkembang; dan 7) motivasi belajar sangat rendah.
Berbagai indikator tersebut didukung pula dengan munculnya faktor kejenuhan belajar siswa, yang ditunjukkan dengan respon siswa yang rendah dalam mengikuti proses pembelajaran. Munculnya kejenuhan selama pembelajaran ini diantaranya dikarenakan strategi pembelajaran yang digunakan guru monoton, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, telaah buku dan media seadanya, hal ini mengakibatkan prestasi belajar PKn siswa kelas VIII pada pertengahan semester gasal tahun pelajaran 2013/2014 ini sangat rendah yaitu rata-rata 68, padahal KKM PKn adalah 75.
Untuk itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran mata pelajaran PKN dengan menggunakan berbagai cara yang menarik yang ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari melalui proses pelibatan peserta didik dalam merekonstruksi hasil pengamatannya sehari-hari dan hasil gagasan-gagasannya. Sunardi (2012:13) menyarankan untuk mengupayakan agar pelajaran PKN menyenangkan anak, maka sampaikan materi yang sudah dikenal anak hingga anak percaya diri.
Karena itu peneliti mencoba memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan model pembelajaran berbasis inkuiri, yang mampu mengembangkan ketrampilan peserta didik dalam merekonstruksi pengetahuannya sekaligus ketrampilan dalam mengkomunikasikan ide dan gagasannya. Seperti dinyatakan oleh Dahar (1988), bahwa pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa di mana kelompok-kelompok siswa dihadapkan pada suatu persoalan atau mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di dalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas.
Berdasarkan latar belakang di atas disepakati oleh peneliti yang akan bekerja secara tim untuk melakukan PTK berupa pemberian tindakan melalui pembelajaran baru yang mengajak siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, yaitu dengan menggunakan model pembelajaran berbasis inkuiri dengan judul: �Peningkatan Prestasi Belajar Pkn pada Materi Konstitusi Melalui Pembelajaran Berbasis Inkuiri Siswa Kelas 8B SMPN 2 Dagangan Semester Gasal Tahun Pelajaran 2013/2014�.
selengkapnya : https://pknsmpmadiun.wordpress.com/2013/12/02/18/
Tag :
pkn
0 Komentar untuk "PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PKn MATERI KONSTITUSI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI"